Tuesday, July 31, 2012

takut.-

Bukannya kita takut gelap.
hanya saja kita takut apa yang ada di dalam kegelapan tsb.
Bukannya kita takut tinggi.
hanya saja kita takut jatuh.
Bukannya takut mencinta.
hanya saja kita takut sakit hatinya.
begitu juga dengan mati.
bukannya takut mati.
hanya saja takut bagaimana caranya,
masuk surga ataukah neraka?
Read More

12.06.12

"Tuh, kan kalau belum siap, apa ku bilang? lebih baik jangan"
"Iya, maaf."
"Iya, gapapa. udah biasa."

Pembicaraan selesai dan anggaplah itu kalimat terakhir dari chat yang kian hari kian terlupa. kian hilang, kian sirna. siapalah saya dan siapalah dia. kita beda
Read More

Tuesday, July 24, 2012

Cinta pada/ Takut akan?

B63_large




Ada seorang sahabat saya, sebaya, senasib, dia hidup sendiri, melajang selama lebih kurang 2 tahun. mulai mengeluhkan mengenai kebosanannya hidup sendirian. Disaat yang sama, ada seorang sahabat saya lainnya, yang telah menjalin hubungan lumayan lama, mengeluhkan mengenai kebosanannya akan hidup berdua, ingin sendiri, ingin bebas katanya. hubungannya sedang masuk dalam kata jenuh, bosan, parah lah kalau boleh dikata, tapi apa. dia tetap menjalankan hubungan tersebut, karena takut sendiri, takut sepi.

LUCU!

saya pun berpikir pada akhirnya: kita menjalankan sesuatu karena cinta pada atau takut akan?

Hubungan yang kita jalani (entah hubungan dgn siapapun itu, bisa dengan keluarga, istri, suami, pacar, sekalipun Tuhan Allah) based on karena memang cinta pada mereka, atau takut akan dampak yang ga enak, yang akan kita alami nantinya ketika kita memilih untuk melepaskannya. #jedeerr!
- Kita berpuasa, sholat, sembahyang, beribadah, karena cinta akan Tuhan atau takut akan hukuman dan ganjarannya?

- Kita bekerja, cape cape, karena memang mencintai pekerjaannya, atau karena takut jadi pengangguran dan hidup kekurangan di tengah himpitan kebutuhan kebutuhan?

- Kita menjalin hubungan pacaran atau rumah tangga, karena mencintai pasangan kita atau takut hidup sendiri, takut sepi, takut ga ada yg menemani?
Hemm.. padahal tidaklah bodoh, merelakan sesuatu yang tidak dapat dipertahankan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak akan pernah hilang, yang mungkin dapetnya ga sekarang.



Read More

Thursday, July 5, 2012

Minta.

                            http://data.whicdn.com/images/31963600/tumblr_m6odnlDk2t1r07wyvo1_500_large.jpg


 
Seberapa banyak diantara kita yang sering kali menanyakan ttg hal - hal sekitar yang terjadi dalam hidup? ada yang selalu bertanya mengapa, tanpa mencari tau jawaban maupun alasan. ada juga yang semasa bodo, terserah Tuhan mau bikin apa dalam hidupnya. pasrah.

Tiap kita punya keinginan, ya pastilah. ingin ini, ingin itu, banyak mau. padahal belum tentu beneran perlu.

Saya ini orangnya ga banyak minta, dikasih, Terima dan bersyukur atasnya. ga dikasih yah, emang mungkin belum saatnya, toh, kalaupun ga dikasih, berarti emang itu bukan sesuatu hal yang pas di mataNya untuk saya. dan kalaupun saya menginginkan sesuatu dan belum juga dikasih kasih, saya akan minta melalu doa yang bukan saja jadikan alat untuk memaksa.

kita harus bisa bedain loh, mana minta mana maksa, yang kita ucapkan lewat doa!

Dalam masa sekarang ini, jujur, saya kehabisan list pengajuan. bukan karena saya merasa cukup dan semua semua ada. tapi saya bingung. apa yang saya butuh sebenarnya. karena saya ga akan meminta sesuatu yang sifatnya hanya berdasarkan pada nafsu semata atapun berdasarkan trend yang lagi orang orang suka.

contoh kecil, saya ga akan minta iphone 4s, kalo saya udah punya blackberry yang masih berfungsi.

Saya tidak tau apalagi yang ingin saya minta, saya bingung, dan akhirnya saya bertanya, kepada seorang, yang cukup banyak saya belajar dari padanya.

"Pak, dalam hidup yang sudah berkelimpahan juga berkecukupan, apakah Bapak tetap meminta kepada Tuhan? masih banyak kah list permintaan yg ingin diajukan?"

"Iya, saya terus meminta. jelas!"

Sesaat saya terdiam di tengah pembicaraan, melihat kehidupannya yang berlimpah, cukup dalam segala, namun masih saja meminta. sedang saya, saya sadar masih banyak kurang, dan masih banyak butuhnya, kok sudah ga tau mau minta apa.

"Kita harus terus meminta, agar Tuhan terus mencurahkan berkat berkatnya pada kita. Terus tagih, terus minta, karena itu janjiNya kepada kita anak - anakNya. sering kali kita mengkerdilakan diri sendiri, sehingga lupa kita ini siapa. lupa bahwa kita punya Allah yang mampu menyediakan, memberikan apa yang kita pinta, bahkan sekalipun tidak."

masih dalam diam yang sama, sembari mencerna tiap kata.

"Jangan bingungkan Tuhan Allah kita dalam hal mencukupi apa yang kita ingini. karena walaupun Ia pribadi Yang Maha Tau, namun Ia ingin mendengar kamu meminta, sebagai tanda, bahwa kita mempunyai kerendahan hati, di depannya."

ya, mungkin begitu yah.

sesaat saya merasa siapakah saya, yang masih banyak kurangnya, dan tidak meminta apa - apa.















Read More
© 2012 Eyeglasses by Ms Tjiang. Powered by Blogger.

© e y e g l a s s e s !, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena