Tuesday, June 19, 2012

Sudahkah?

Su-hayat_large



Sebelum menyudahi hidup ini, saya mau membagikan beberapa hal yang harus kalian pikirkan, semoga menjadi bahan pertimbangan yang dapat menghadang pilihan kalian yang salah. iya! menyerah sama kehidupan itu salah. kenapa? karena hidup ini ialah anugrah yang seharusnya kalian syukuri, dan selalu ada solusi untuk tiap masalah yang kalian hadapi. hanya saja kalian males nyari, dikit dikit milih bunuh diri? cupu, ih!

mari kita pikirkan, beberapa hal berikut ini, yah.

Sudahkah, hidupmu berdampak bagi orang banyak?
Sudahkah, hidupmu menggoreskan sebuah karya ditengah dunia?
Sudahkah, hidupmu membuat kedua orang tua bangga?
Sudahkah, hidupmu membuat orang orang sekitar tertawa, bahagia?

kalau belum, masih ada loh kesempatan, masih ada jantung yang mau berdetak yang hampir kamu mau matikan secara cuma cuma. masih ada pembuluh darah yang memompa darah. iya, pembuluh darah yang hampir kamu putuskan gitu aja.

dan, oya.....

Jauh di sana,
ada orang yang diam diam menyebut namamu dalam doa nya.
disaat pagi ia buka mata, dan sesaat sebelum kantuk melanda malamnya
Jauh di sana,
ada orang yang diam diam tersenyum melihatmu tertawa.
dia bersyukur, karena merasa Tuhan mendengar permintaan dari tiap panjatan doa pagi dan malamnya.
iya, meminta kamu agar hidup bahagia.
Jauh di sana,
ada orang yang diam diam mengaggumimu dan menjadikan dirimu sebagai panutannya.
dan, iyaaah....jauuuuuuh disana...
hanya.......
kamu ga akan melihat dan mengetahuinya, ketika kamu memutuskan untuk bunuh diri saja.

psstttt... jauh disana ialah saya orangnya :)


"Sebab kamu berharga dimataKu, kata Tuhan Allah semesta alam, dan aku ini mengasihi engkau."  :")


Read More

Bunuh diri.

Tumblr_m2f3enfdlf1rpt2juo1_500_large



"hidup ini berat, ri. dan gue ga sanggup untuk jalaninnya lagi, ingin gue akhiri, ingin bunuh diri"

saya ga nyangka bakal denger kata kata ini dari seseorang yang saya kira hidupnya baik baik aja. saya ga nyangka bahwa ia menyatakan, ia menyerah. sama beratnya masalah. katakanlah ia masih sebaya dengan saya, masih dua puluh dua tahun usianya. masih muda. iya. tapi dikit kena masalah aja, udah lemah.

jangan salah, justru seumuran kita, kepala dua. ialah masa dimana kita sedang rentan rentan dan fragile-nya. sedikit aja disenggol sama yang namanya masalah, langsung hilang arah, dan menyerah. ga sedikit yang menyelesaikannya dengan cara: bunuh diri aja.

bodoh!
iya.
berani!
juga!

kenapa saya bilang berani? iya. karena ia berani untuk mempermalukan diri sendiri di hadapan saya tanda ia menyerah sama hidup yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya.

Saya terdiam sebentar mendengar suaranya  yang makin hilang, tertutup dengan isak tangis yang membuat saya miris. saya kehilangan kata kata, karena saya pun banyak belajar darinya. dari ketegaran hidupnya, dari kebaikannya, dari kesabarannya menghadapi dunia. tapi nyatanya? apa? saya seperti kehilangan sosok dia yang biasa saya banggakan.

sampai akhirnya saya berkata, seperti ini, dan saya rasa dia masih punya akal untuk mengerti:

"andai nyawa bisa diwarisi, ingin aku kumpulkan dan aku donasikan. Andai nyawa sebuah benda yang mempunyai harga, ingin kukerahkan tabungan untuk membeli sebanyak banyaknya, kemudian kubagikan secara cuma cuma ke rumah - rumah sakit yg ada, tempat dimana banyak orang terkulai lemah tak berdaya yang memakai selang sebagai gelang penghias tubuh mereka yang lemah, yang ga bisa berbuat apa apa, bahkan untuk gerak saja, susah. hmmm.. iya, banyaknya nyawa tersebut akan kubagikan ke mereka yang membutuhkan, yang berjuang mati matian untuk tetap hidup demi menghidupi kehidupan orang lain yang menjadi tanggungannya. tidakkah sayang, tidakkah berharga sebuah nyawa? setidaknya bagi mereka, bila tidak bagimu."

Dari kejauhan, dia diam,hanya terdengar sebuah benda tajam terhempas ke lantai berkeramik marmer ditempat ia berada. entah apa yang dilakukan selanjutnya, yg jelas hanya terdengar satu patah kata:

"ri, I thank you"

and I was like,

"very welcome, you..." :,,
Read More

belajar.



Hidup ga lepas dari belajar. iyak, benar.

137359857355240536_j7siwajc_c_large

Semasa kecil.
kita belajar bagaimana cara berjalan, duduk, bicara, makan, dan membedakan mana yang boleh, mana yang jangan. sederhana yang kita pelajari bukan? tapi siapa yang sangka, pelajaran sekecil itu berguna, dan saya rasa kita harus ingat kembali bagaimana prosesnya, iyah.. caranya.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali bagaimana cara berjalan, ketika hidup ini diperhadapkan oleh banyaknya cobaan, serta tantangan. kita harus ingat kembali bagaimana caranya agar tetap berjalan seimbang, dan tidak tergoyahkan. ingat kembali bahwa jatuh itu hal biasa, dan nantinya kita akan bisa, jika dari kejatuhan kita memilih untuk tetap berdiri dan berani coba lagi.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali bagaimana cara duduk, ketika hidup ini terlihat menyesak dan membekuk. duduk didekat kaki Tuhan, menjadikan lututnya sebagai sandaran, dikala kita lelah berjalan, sambil sesekali membasuh kakinya yang terkena debu, disini sebut saja kita sebagai pelayannya, iya...begitu. menyeimbangkan kehidupan duniawi dgn rohani. secara kita hidup bukan dari daging saja.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali bagaimana cara bicara, kapan kita harus menyuarakan apa yang kita rasakan dan kapan kita harus diam, bungkam. kita harus ingat kembali, mana hal yang harus kita tanggapi dan kita cueki. kita harus ingat, bahwa apa yang kita ucapkan bisa saja menyakitkan.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali mana yang boleh kita lakukan, mana yang jangan, dan  yg harus kita jauhkan. disini mencakup kehidupan secara keseluruhan. Entah itu tawaran tawaran duniawi yang menyilaukan dan menggiurkan, pergaulan pergaulan yang makin lama makin kesini, makin jadi. kita harus ingat kembali bagaimana membedakan segala hal dimana kita diperhadapkan dengan banyaknya pilihan. ga semua hal patut di IYA-kan.

Hidup itu belajar, iyak. benar.
tapi jangan keasikan belajar terus terusan, praktekan dan tunjukan apa hasil dari pembelajaran.

juga, ga usah sok belajar dari kesalahan orang lain, toh ujian yang diberikan masing masing pribadi, beda beda. jangan nyontek, ah! :)
Read More

Sunday, June 17, 2012

Males!

598673_203618649760778_29054297_n_large 



Saya masuk dalam chapter hidup yang berjudul males. Iyak! males gerak, males jalan, males ngomong, males melakukan kegiatan sehari hari. Saya baru tau apa itu mati segan hidup tak mau. mungkin skg saya sedang mengalami apa arti dari peribahasa itu.

Saya males berbuat baik ke siapa aja,
kalau menjadi baik di akhir jaman menjadi celah buat orang memanfaatkan juga menyalah artikan.
Saya males menebar senyum tanda ramah,
kalau tersenyum menjadikan seseorang terlihat murah dan tebar pesona.
Saya males menyapa dan membalas banyaknya message ataupun mention di handphone ini.
kalau dengan membalas pesan  atau mentionan dikira memberi pengharapan yang berlebihan.
Saya males melakukan segala galanya.

Sampai saya lupa, seharusnya ada satu males yang berguna.
ialah, males buka telinga akan omongan mereka mereka mereka.
oh..iya juga yah.. :))
Read More

Friday, June 15, 2012

Kelemahanku.

Tumblr_m4x6bdmw441qgsx0fo1_500_large

mau tau kelemahanku?
kelemahanku ialah titik dimana aku susah payah bertoleransi dengan hati yang berkata iya,
dan otak yang bilang ah masa!

mau tau kelemahanku?
kelemahanku ialah titik dimana aku mengambil keputusan untuk memberikan apa yang aku punya,
sebut saja cinta, kepada kamu yang ternyata ga sanggup menerima.

kelemahan ku yang lainnya, ialah...
ketika kamu yakinin aku kalo kamu sayang dan sungguh,
setelah beberapa hari kemudian kamu pergi, ngejauh.

hmm.. masih mau tau lagi kelemahanku?
kelemahanku ialah titik dimana kamu bisa baik baik aja,
sedangkan aku disini nahan sakit yang parah.

terakhir. kelemahanku ialah segala yang berhubungan dengan kamu, perilaku!
Read More

From Facebook to Twitter!

1455580-10-1332429734744_large



Hari ini gue memutuskan untuk membuka facebook, dan semakin kemari, semakin terlihat perubahannya. Jangan tanya lebih baik, lebih buruk iya. gue merasa asing dan merasa risih akan penyalahgunaan facebook nowadays. gue merasa salah naik angkot! salah jurusan! semacam gue nyasar di tenabang atau roxy. Dan, yah! ketika kita udah ngerasa risih sama sesuatu hal, buat apalagi sih kita pertahankan, walaupun gue udah menggunakan facebook sejak lama. ada banyak hal kenapa gue mulai merasa risih, seperti yang gue bilang tadi, gue berasa nyasar ke tenabang or roxy, gue mulai melihat banyak barang barang elektronik bertebaran di home juga wall facebook gue. gue semakin resah, gue tinggal nunggu aja update-an status "Boleeeeeh kakaaaa..." bila saat itu tiba, yasudah, matilah!

Gue memutuskan untuk  beranjak pergi perlahan, susah, tapi didukung oleh niat gue yang kuat, dengan tidak memanjakan rasa sayang gue yang setengah matinya terhadap facebook, gue pun berhasil move on, iya move on. pindah. karena hidup hanyalah mengenai bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dari perubahan yang satu ke perubahan yang lainnya. Gue pindah dan mau belajar untuk membuka hati ke jejaring social baru, dimana gue ga tau itu akan jauh lebih baik atau ngga. namanya twitter. entah gimana cara gue bisa kenal sama twitter ini. Dulu, dulu sekali gue pernah liat dia, masih biasa aja, bahkan ga ada menarik menariknya. gue pikir layaknya jejaring social media lainnya, gitulag! ternyata, eh, ternyata..

Gue memberanikan diri untuk membuat account twitter dengan nama yang sederhana @MsTjiang. dan ga kebayang kalo alay alay facebook pada ikutan pindah ke twitter dan membuat nama account yang panjangnya naujubila. Dan, bila saat itu tiba, yasudah, matilah!

Awalnya gue ga ngerti rules rules yang ada di twitter, gimana caranya. gue buta. tapi itulah, semakin intens kita bertemu, kita semakin tau ini dan itu. semakin mengerti, ya, bgitu. Twitter pun membuat gue lupa akan facebook. kini facebook hanya gue liat sesekali, hanya sekedar mengupload dan menyimpan foto foto. selebihnya, tak pernah gue ingin tau akan kehidupan di dunia facebook lagi.

Twitter mengajarkan gue untuk follow lah orang yang mau lu follow. jangan follow orang yang ga mau lu follow, dan jangan minta folbek orang yang lu follow. karena sesungguhnya follow dan get follow back ialah harapan. #eaaak!

Skg udah basi lah, ketika lo melihat seseorang dari luaran aja. semenjak ada twitter kita diajarkan untuk melihat seseorang dari 140 karakter yang dia tweet tiap harinya! Tapi jangan salah, ingatkan kalau dunia ini panggung sandiwara. iya! sandi wara bukan sandi sandoro! itumah penyanyi, blekuk sia!

mengingat dunia ini adalah sandiwara, jadi jangan juga tertipu dari 140karakter yang di tweet itu. Karena sesungguhnya dibalik emotikon :D yang terkirim ada emotikon :'''''''''''''( yang terhapus.

*hela nafas*

skg, gue nikmatin ajalah dunia baru ini, twitter ini. dengan sgala yang ada di dalamnya, sampai nanti gerak gerik twitter mulai aneh. mungkin gue akan pindah, ke jejaring yang lainnya. atau mungkin gue bertahan, mempertahankan, karena sebuah rasa nyaman, entah bagaimanapun wujud twitter di akhir jaman.

:")
Read More

Thursday, June 14, 2012

.




































































apa yang kamu dapat liat?
ga ada, kan?
begitulah ketika kamu tidak bisa menjaga, dan salah dalam menanggapi berkat yang Tuhan beri.
Read More

Wednesday, June 13, 2012

Monolog

Tumblr_m4a4fpcntr1rn9n8io1_500_large



"Kamu tuh non, kalo dibilangin jangan ngeyel, kalo udah pake hati, jadi rewel, tuhkan." katanya serasa menoyor kepalaku, aku tidak marah, tak juga terganggu, malah aku suka caranya, begitu.

"Lah, terus. Gimana? Skg udah kejadian." Kataku pelan, semacam tak bersemangat, karena aku tau, aku sudah terlalu jauh melangkah, dan salah.

"Kadang, perbedaan ada untuk menyatukan. Tapi makin kesinian perbedaan malah menjadi alasan sebuah perpisahan" ia berkata, sambil mengarahkan pandangannya yg tertuju kepadaku, saat itu.

"Iyah.. Terus gimana?" Kataku semakin lemah.

"Terus gimana, gimana apanya? Yah seperti biasa! Berpura pura ceria, seolah ga ada apa apa! Masih bisa kan melakoninya?" Kali ini ia seperti terlihat ingin membentangkan kedua tangannya, dan membawaku masuk dlm pelukan.

Namun, apa daya. Berdialog di depan kaca, susah.
Read More

Aborsi

543021_10150727893196870_1491141608_n_large




Saya harus mengaborsi perasaan untuk menyelamatkan persahabatan, dan percayalah itu menyakitkan.

Harus ada rasa yg direlakan, yg diluluhlantahkan, padahal sulit untuk mendapatkan. Setelah sekian lama, hati beku, karena luka di masa lalu.

Saya harus mengaborsi perasaan untuk menyelamatkan keadaan.

Dimana, kalau cabang bayi yg bernama cinta ini yg tumbuh, tanpa disengaja, namun jelas memang krn suka sama suka dibiarkan lahir akan terjadi hal hal yg membahayakan keduanya, entah dia ataupun saya.

Aborsi perasaan? Dosakah?
Dilahirkan? Dibiarkan? Atau memang harus dimatikan?
Read More

Tuesday, June 12, 2012

Sneakers Vs. High Heels



Ia si gadis berhak tinggi, bak putri raja, semua muanya ada, namun ada satu yang tidak ia punya cinta.
Ia si pria besepatu kets, pria biasa, sederhana, ia punya cinta, yang entah mau dibagikan ke siapa.


Suatu hari di pegelaran seni, si gadis berhak tinggi tak sengaja mampir untuk sekedar melipir, mengusir penat. Ia berjumpa dengan si pria bersepatu kets dengan langkahnya yang berat. tak sengaja mata mereka bertatap, tangan tak berjabat, namun ada yang lekat. entah, mungkin mereka terpikat. Si gadis berhak tinggi,  berparas cantik, berdandan apik. Si pria bersepatu kets dengan tampangnya yang humoris, bergaya seadanya, bertutur kata apa adanya, suka suka.

Si gadis pun Si pria mungkin tak menyangka, ternyata mereka bertemu kembali di kemudian hari. entah bagaimana caranya, waktu selalu punya cara, yang tak terpikir oleh manusia. Mereka bertemu kembali di satu sesi. dan entah bagaimana caranya mereka berinteraksi. semua terjadi begitu saja. mereka berkenalan, dan segalanya berjalan, diluar perencanaan.

Disini, sang waktu mengambil alih, ya, begitulah. ada rasa yang timbul karena terbiasa, si gadis berhak tinggi pun tak menyangka. namun siapalah si pria bersepatu kets, ia merasa dirinya berbeda, tak setara. padahal, kalau mau tau si gadis berhak tinggi tak pernah mempermasalahkan tentang kesenjangan sosial, pun perihal perihal lainnya, atau apalah itu yang menjadi alasan si pria berspatu kets yg hingga akhirnya ia memilih menjauh, perlahan tapi pasti, pria besepatu kets pun pergi, melupakan segala rasa yang pernah ada antar keduanya. tanpa memikirkan terlebih dahulu apa yang si gadis berhak tinggi rasakan selama ini.

berakhirlah cerita antar keduanya,
kalau disimpulkan dalam satu kata, cerita mereka terangkum dalam satu kata : BEDA.
Read More
© 2012 Eyeglasses by Ms Tjiang. Powered by Blogger.

© e y e g l a s s e s !, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena