Sunday, April 22, 2012

tiga cuplikan kehidupan



Ada satu, anak muda, umurnya baru dua puluh delapan tahun saja, saat ini dia tak banyak bergerak, diam. mulultnya bungkam. seakan tak perduli akan tatapan orang yang mengelilingi. seakan angkuh, ia acuh akan sapaan orang orang sekitarnya yg berpeluh. ia mengenakan jas rapih, celana bahan, berdasi putih. bersih. ia telah tiada, ia meninggal dunia. usia muda. mati hanya meninggalkan nama tanpa karya.

Satu lagi. ada anak, juga masih muda, umurnya belum ada seperempat abad, belum dua puluh lima. sebaya saya. saat ini ia wara wiri, kesana kemari, ia sudah bisa setidaknya menghidupi diri sendiri,  bahkan orang tuanya sudah bisa mempunyai cerita untuk dibanggakan ke tetangga juga keluarga lainnya.ia belum dua puluh lima, belum ada seperempat abad usia. masih hidup, sehat jiwa raga, punya nama, dan sedang berkarya.

Terakhir, ada anak, jangan tanya usia, masih jauh dibawah saya. saya lihat ia di gereja, berdoa. coba tebak berdoa untuk siapa? bukan untuk makanan yang terhidang dia atas meja, bukan berdoa karena ia mau tidur dan berleha leha, ia berdoa untuk negara. bangsa, pemerintah, gubernur, walikota. Ia pun juga menangis, karena apa? bukan karena berebut mainan dengan teman sebaya, bukan karena eskrim kesukaannya tumpah, ia menangisi teman temannya yang belum mengenal pribadi penciptanya secara utuh penuh. juga ia mendoakannya.

Dalam satu minggu ini saya diperlihatkan olehNya, pada tiga scenes kehidupan anak muda. yg berbeda beda. menunjukan saya, bahwa tiap kita diberikan kesempatan yang sama berupa kehidupan, namun bagaimana cara kita mempertanggung jawabkan? mau jadi korban jaman? pribadi yang membawa perubahan? atau hanya menjadi sosok yang sementara saja, meninggalkan nama tanpa karya? yang hidup hanya numpang nafas gratis dan akhirnya mati miris?
Read More

Friday, April 20, 2012

Catatan Kaki



Setiap kepala, boleh mempunyai rambut yang sama hitamnya. Tetapi setiap kepala mempunyai isi yang berbeda. pola pikir, cara pandang, dan juga kisah hidupnya. Setiap wajah, dapat memancarkan senyuman lewat tiap lekuk di bibirnya. Tetapi setiap senyuman dibentuk dengan cara yang berbeda, pun juga artinya.

Tiap kita punya satu kemampuan yang sama. apa? meng-cover-up. ya! itu dia. Tiap kita bisa bertingkah seolah olah semua yang ada di dalam dunia kita, hidup kita seakan baik saja adanya. padahal deep down inside. hah... belum tentu seperti apa yang terlihat. yah! keahlian dalam cover up, membuat orang orang sekitar bahkan ada yang ingin mejadi seperti kita, berjalan dengan sepatu yang kita kenakan, mereka hanya tidak tau seberapa sakitnya terkadang. mereka tidak juga lihat goresan lecetan. mereka tidak tau seberapa kita pun berjuang untuk tetap bertahan dan berjalan.

Saya, pribadi sejauh ini tidak pernah ingin berjalan dengan sepatu yang orang lain kenakan. saya pribadi sejauh ini sangat amat "nyaman" dengan sepatu saya sendiri. Hanya untuk diketahui. untuk merasakan nyaman, saya harus tau bagaimana cara melangkah, bagaimana posisi kaki ketika ingin berlari, dan kapan saat yang pas ketika memang waktunya berjalan dengan elegan. berjalan santai, sesekali diam jika mulai kesakitan. semua ada tahapan untuk mendapatkan rasa nyaman. hingga semakin hari semakin lincah melangkah.

Maka, ada baiknya, kita. jangan mudah tertarik dengan hal hal yang menarik di mata. jangan tertarik untuk mengenakan kepunyaan orang lain yang ada. karena ukuran kaki kita, berbeda.
Read More

Wednesday, April 18, 2012

Sadar Diri


Dia tak sadar, Dia si satu diantara seribu. Dia tak sadar, bahwa dia yang aku mau diantara banyak pria yang datang padaku. Dia tak sadar akan hal penting itu. Basa yang semakin basi. semakin hari. kita minim komunikasi. Basa yang semakin basi. semakin hari semakin hilang bak ditelan bumi. namamu tak pernah muncul lagi di blackberry messenger ini. aku sepi. walau banyak yang menemani dan mencari. karena satu, tak ada yang special selain kamu. siapa? yah. dia.

Aku pun tak sadar diri. siapa aku hingga berani membatasi perkawanan ini. aku pun tak sadar diri, aku bagian seribu yang mungkin tak dia anggap satu. aku tak sadar diri siapa aku, siapa dirimu. aku lupa daratan seketika aku terjatuh, walau tak begitu dalam.

Seketika aku terpaksa untuk sadar. dan kesadaran, saat ini membuat aku memutuskan untuk berhenti jatuh cinta. biarkan hanya suka sebagai kawan saja.
Read More

Tuesday, April 17, 2012

StandUp Comedy!

Jadi, sejak sendiri. gue mulai menyibukan diri. well, ga di-sok-sibukin juga udah sibuk sih sebenarnya. kerjaan. kuliahan, sungguh menyita waktu gue. dan gue bersyukur atas hal itu. walaupun awalnya gue sempet rada stress. maklum waktu itu gue sempet sok bego, sok lemah, sok terpuruk, sok galau gila ga jelas gitu. (tsaelah! sekarang aja gue baru bisa ngomong gitu, kmarenan kemana aje luh?!)

Ditengah tengah kesibukan gue. gue pun akhirnya mencari jalan alternatif. mencari hiburan yang tentunya positif. semua berawal dari kesukaan gue akan hal hal yang aneh, quirky, yang lucu, yang bisa buat gue happy versi on the spot, ah! versi gue sendiri maksutnyah. singkat cerita, mulailah gue mendengar satu tontonan yang bernamakan "STAND UP COMEDY"


tau ga luh stand up comedy?
HA?!!
APAH?!!
GA TAU..???!
HAHAHAHAAHAHAHAHAHHahahahaanjiirrguwajugaaa...

Okeh! gini yah. gue jelasin. Secara awam, stand up comedy ialah sebuah tontonan, dimana kita melihat seorang, siapa saja, bercerita, apa saja, dan kita ketawa. udah. gitu. aja. awalnya.

dan dari situ mulailah  gue mencari tau dimana sih diadain acara stenap stenapan, yg mereka biasa sebut open mic. ga tau open mic kan luh pasti?! ah! presiden lu siapa sih?! masih sayuti melik yah?! *who's the hell isdat?! fokus ariii..fokuusss*

Open mic itu ajang dimana mereka, siapa aja para comic baru maupun senior mecoba materi materi mereka. openmic biasanya di gelar di cafe ataupun resto, secara free, gratis, cuma cuma! (iye, gratis! langsung semangat gitu lu bacanya! huh! mental gratisan!), untuk lebih jelas dan tau dimana dimana aja tempat open mic, bisa liat di account twitter @StandUpIndo. dan, untuk lebih mempermudah, ada juga tersedia account account standup tiap wilayah! #FYIajasih contoh kalo tinggal di Jakarta Utara, bisa follow @Standup_Jakut #Promosi

And, the important things you should've know. Karena openmic ialah ajang dimana mereka mencoba materi baru, jadi open mic itu belom tentu lucu. jangan harap setiap openmic itu bakalan bikin tertawa terbahak bahak.

Kalau kalian mau mendapatkan suguhan yang pastinya lucu, jawabannya mudah. tungguin aja acara STAND UP NIGHT.

kalian tau ga Stand Up Night apaan? -____-"
gue cape nih jelasinnya. google aja coba yah. biar penasaran.
gue ga mau jelasin kalo standup night itu acara yang akhirnya dibuat dan menghadirkan comic comic yg pastinya lucu. karena sudah pasti lucu. kalian harus bayar untuk itu. (iye! bayar! lah! langsung ga semangat gitu luh bacanya! huh! dasar! mental gratisan!)

***

singkat cerita, gue jadi mulai nonton stenap. jadi sok-sok-an-stenap-enthusiast. dimana ada openmic gue ngikut. dan pas ada acara stenap night gue manggut. kesukaan gue akan dunia stenap makin hari makin jadi. selalu ada tawa di tiap malam. seengganya gue ga ngerasa kesepian. banyak juga akhirnya dipertemukan oleh orang orang baru. makin lama menjadi penikmat akhirnya gue mendapat paradigma baru, berbeda dari pengertian awam gue pada awalnya, pemahaman baru yang gue dapet ttg standup comedy ialah: stand up comedy bukan hanya sekedar lucu. materi yang mereka bawakan sangat menyentil, membuat gue ngeuh akan hal hal kecil. dan mereka semua, para comic bukan hanya sekedar jenaka, tapi mereka juga pintar.

Dimata saya, orang lucu itu tingkat menariknya naik 100% . Dimata saya, orang pintar itu tingkat menariknya naik 1000%. Jadi para comic yang lucu dan pintar. kalian sangat amat menarik perhatian :))

Viva La Komtung!

NB:
Berikut akan gue kasih info tambahan mengenai account account  StandUp tiap wilayah, jadi kalian bisa tau tiap acara acara serunya! follow! pantengin TL nya! dateng tiap openmic nya! siapa tau cocok :))

Jakarta Utara: @Standup_Jakut
Jakarta Pusat: @StandUp_JktPus
Bekasi: @standupindo_BKS
Bintaro: @StandUpBTS
Depok: @StandupindoDPK
 
Read More

Monday, April 16, 2012

Area Abu Abu

Kamu masih abu abu.
entah aku suka atau ku jatuh cinta
kamu masih abu abu.
entah aku mau atau aku perlu atau aku butuh.
aku tak bisa bedakan ketiga hal itu. semuanya jadi satu.
kamu paket komplit buatku. semuanya ada di kamu.
tapi kamu masih abu abu.
belum tentu juga kamu suka.
aku juga masih bertanya tanya atas rasa yang timbul tiba tiba.
belum tentu juga kamu mau.
mau aku. apalagi butuh. aku belum tentu paket komplitmu.
Read More

Susah


sayangnya saya bukan tipe wanita yang begitu mudah. apalagi urusan jatuh cinta. lain dengan suka. saya mudah suka, suka sebagai apa? jangan salah, suka sebagai teman, kawan. itu saja. untuk jatuh cinta, saya akui agak susah memberi hati ini begitu saja. tak mau jatuh di tempat yang salah. yang tak sanggup menerima apa yang dapat saya tawarkan, saya sunguhkan. saya  juga susah mengekspresikan cinta yang kalau memang akhirnya saya rasakan. mungkin karena persamaan perlakuan pada semua kawan dan gebetan. tapi andai ada sedikit kepekaan, tentu ada perbedaan akan perlakuan dan kebaikan yang saya suguhkan. saya susah membedakan mana rayuan, mana gombalan, mana sungguhan, mana yang seriusan. sungguh susah.

Tetapi saat berkawan denganmu beberapa bulan. saya mempertanyakan mana tadi yang kubilang susah?
hilang gitu ajah.
Read More

Ber-




Aku berkawan dengan diam hanya untuk mencari jawaban, bukan karena aku mau, atau aku begitu. Aku berkawan dengan kesendirian hanya untuk mendapatkan siapa yang mau menemani aku disini. Aku berkawan dengan pagi, dimana matahari selalu mengiringi langkahku pergi, juga malam yang menemani jalan pulang.

Aku berdamai dengan masa lalu, aku berdamai dengan bayangmu di otakku, juga hati yang kau tinggal pergi. ya, aku sudah tidak galau lagi. Aku berdamai dengan perih hati, aku sudah lewati, namun kadang masih sakit. masih nyeri, mungkin karena belum ada yang menggantikan posisi dirimu disini. Aku berdamai dengan ke-ego-an-ku, aku berdamai dengan sifat keras dan kepala batu-ku. Aku berdamai dengan diri sendiri, berhenti menyiksa, mencari cari informasi tentangmu dan nya. sudah lama sekali aku tak mau tau. bukan urusanku. dan aku memang sudah rela. kau dengannya.

Aku bertahan dengan keadaan, dimana sekeliling menyerukan agar segera ku mencari pasangan. segurat senyum yang kusuguhkan sudah dapat menjawab pernyataan yang mereka keluarkan. bukan aku tak mau mencari, bukan ingin juga dicari. aku ingin ada ketidak sengajaan antara aku dan dia yang nantinya kan bersatu. aku ingin ada ketidak sengajaan perasaan yang muncul tiba tiba dari yang awalnya hanya berkawan. aku ingin semua terjadi begitu saja, tanpa aturan, tanpa batasan.

Aku berdiam mendengar detak detik yang berpacu, seiring jantung memompa tiap darah dalam tubuh. aku berdiam hanya untuk mendengar derap langkahnya yang ku harap semakin mendekat agar dapat kudekap erat. Aku berdiam agar cupid mengarahkan panah cintanya ke arahku, yang akhirnya menyatukan aku dan si cinta baru, yang aku mau. Aku berdiam. menunggu. kamu yang jauh, agar semakin maju.

Aku bertanya, apakah kau jawaban atas cinta yang kucari, yang namamu selalu ada di blackberry messenger ini. yang tiap pagi sampai malam hari menemani, walaupun tidak setiap menit kita berinteraksi. Aku bertanya apakah dia yang membantu aku sejenak lupa hingga benar benar tak ingat apa apa tentang cinta masa laluku. yang benar benar menyita perhatianku. yang akhirnya pikiran dan hati ini tertuju penuh. Aku bertanya, apakah ini yang kurasa. rasa yg secara tidak sengaja ada begitu saja, rasa yang timbul dari pertemuan yang tak disengaja, percakapan yang mengalir begitu saja, pertemuan pertemuan kecil yang sering, yang entah mungkin disengaja yang membuatku sadar, aku suka. ah! entahlah. Aku masih bertanya di tengah detak detik waktu, menjelikan pendengaran akan derap langkah yang ku harap itu kamu. Aku masih bertanya bisakah cupid mengarahkan panah cinta punyamu kepadaku hingga kita bersatu?

Kini ku berkawan dengan perasaanku terhadapmu, berdamai dengan masa lalu, agar siap menyambut kehadiranmu dengan hati yang baru, bertahan, menunggu kamu yang kuharap maju. Aku berdiam, agar peka terhadap suara hati yang berdetak ketika mendengar derap langkah sepatumu. Dan aku bertanya, kapankah waktunya ketika kamu yang bertanya "maukah kamu (aku) menjadi pacarku?"
Ah!
tentu saja aku........ *komputer mati*
Read More

Sunday, April 15, 2012

Takut, maka....

Sadar ga sadar people nowadays hidup dalam tekanan dan ketakutan. Banyak diantara kita yg hidup dalam rasa takut, dan dari ketakutan itu menyebabkan satu tindakan yang entah positif atau negatif. Tindakan yg bisa jadi pacuan atau bahkan jadi ancaman yg berakhir miris, tragis.

Berikut beberapa hal versi on the spod (pake D)(*ya apasi rii* versi gue maksudnyah!!) Beberapa rasa takut dan tindakan yg mereka hasilkan:

1. Takut miskin, maka korupsi.
Banyak org takut miskin karena mereka menggunakan standarisasi dunia,yg memang mengedepankan materi materi semata. Banyak orang takut miskin. Takut tak dipandang. Mereka lupa, mereka sibuk mencari nama di depan manusia. Bukan mencari nama di mataNya. Mereka sibuk membangun surga dunia, mereka lupa. Bahwa hidup di dunia sementara, dan nanti akhirnya mereka masuk neraka, jika begitu caranya.

2. Takut tersisih maka berkompetisi.
entah dengan kawan ataupun lawan. Semua ia jadikan saingan. Rasa takut tersisih, takut terlupa dikarenakan kembali menggunakan standarisasi dunia yg semata mata mencari ketenaran, pengakuan, pengaggunan. Padahal kita ini siapa. Kita ini apa. Mau jadi panutan, mau jadi orang yg slalu lekat dalam ingatan? Memangnya sudah ada hal apa yg kita hasilkan? Jangan berpusat sama pengaggungan atau pengakuan sebelum dapat menghasilkan.

3. Takut mati maka.......
Nah, ini dia. Saya belum mendapatkan pemahaman apapun ttg hal ini. Ada beberapa hal yg dapat saya simpulkan, banyak org yg takut mati, bukan karna apa, hanya krn takut masuk neraka, dan takut dengan bagaimana cara mereka mati. Bila bgitu adanya, bila memang takut mati, jadilah pribadi yg tau diri. Tau kalau hidup di dunia ini cuma numpang, dengan oksigen gratisan. Jangan main curang, jangan melakukan tindak kejahatan dengan sesama. Ah! Berbuat baik intinya. Skg saya mungkin dapat mengambil kesimpulan bahwa : Banyak orang takut mati maka tdk melakukan apa apa, maka berbuat sesuka hati mereka.
Mentang mentang oksigen gratisan, berkat berkat gratisan, jadi lupa daratan. Lebih banyak mengeluh, menuntut daripada mensykuri yg lebih patut.

4. Takut nyatakan perasaan, maka dipendam.
Haha, klasik bgt rasa takut yg satu ini. Menutupi perasaan, menutupi apa yg kita rasakan. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya ditahan, bukan diungkapkan. Rasa takut menyatakan perasaan sesungguhnya karna takut akan namanya penolakan. Manusia, mahluk dengan sensitif tingkat tinggi yg tidak bgitu berani. Manusia, mahluk ciptaan yg takut mengambil resiko. Padahal kita tidak pernah tau, apa yg akan kita dapat, tanpa kita mencoba untuk mendekat.


Rasa takut itu hal yg wajar, jadikan itu sebagai alarm kehidupan. Bukan jadikan itu sebagai alasan untuk melakukan tindak yg merugikan.

Rasa takut itu perlu, sebagai peringatan, ingatan. Bukan sebagai hal yg menekan sehingga stress berlebihan.

Penggunaan rasa takut sesuai dengan dosis dan porsi yg pas. Itu saja kuncinya. Jangan dikendalikan dengan perasaan perasaan, kita ini pengemudi, jangan mau dikemudikan, apalagi hanya dengan perasaan perasaan yg berlebihan.
Read More

Friday, April 13, 2012

Ibu negara dan kroni kroninya

Tangan ini terlalu kasar untuk anak seumuran. Tangan ini terlalu kekar, tak seperti abg yg ada di luar. Urat uratnya terlihat, karena pekerjaan yg berat.

Minus mata ini semakin bertambah karena terus terusan memandang layar kaca.
komputer! Ya itu maksudnya. Bersahabat dengan angka angka, tabel tabel. Times new roman, 12, spasi 1,5. Bold, underline, italic, marginal. Hafal.

Kaki ini, terbekuk high heels lima senti, yg kadang berjalan cepat, setengah berlari, karena memang tak boleh ada kata telat, tak bisa berjalan lambat.

Ada beberapa helai dari rambut ini, yg berwarna putih. Penuaan dini? Masa sih? Masih dua puluan, sudah main tua tua an.

Otak ini, harus bisa membagi konsentrasi.
Saat harus melakukan dua hal berbeda secara bersama sama.

Bekerja.

Aku suka.

Bersyukur mendapatkannya di tengah kota jakarta yg keras kehidupannya.

Semua ini hanya untuk ibu negara serta kroni kroninya.

Kalo bukan karena ibu negara dan kroni kroninya. Semua jerih lelah terasa sia sia. Kalo bukan karena ibu negara dan kroni kroninya. Buat apa ini semua. Kalo bukan karena mereka, aku sudah menyerah.

Ini penuh tekanan. Himpitan dari kiri kanan. Kritikan, yg kadang membangun, dan kadang menjatuhkan. Omelan, teguran, pujian semua ku rasakan, ku dapatkan.

Mengeluh? Bisa, tapi buat apa.
Menyerah? Mudah, tapi itu bukan saya
Mundur? Jangan harap, brur.

Dari sekian banyaknya alasan yg membuatku untuk menyerah. Kalah dengan satu benda yg selalu ada di atas meja kerja. Sebuah foto keluarga.

Itu saja. :")
Read More

Seleksi

Saya terkagum kagum, betapa luar biasanya Tuhan mempertemukan saya dengan berbagai orang. tiap tiap orang yang Tuhan pertemukan selalu membuat saya mendapatkan pemahaman dan tak jarang saya mendapatkan peringatan ataupun jawaban atas beberapa pertanyaan yang berseliweran.

belakangan ini saya sedang tidak karuan. terlalu banyak pikiran.kerjaan, kuliahan. keluarga, ibu negara beserta dua kroni kroninya. semua pikiran akan tiga hal itu nge-blend jadi satu. perpaduan yang pas untuk bikin saya sesek napas.

Tadi, baru saja. Saya berbincang dengan salah satu OB kantor. berawal dari percakapan, bercandaan ringan. sampai akhirnya membahas mengenai cinta. haha. yah! cinta akhir jaman. cinta remaja, seusia saya. dia menanyakan hal yang sederhana. intinya. mengapa saya masih sendirian saja. saya semacam tidak tau mau bicara apa. karena itu juga masih jadi pertanyaan dalam otak mini yang hampir terlupa, sangking banyaknya pikiran lain yang ada. 

OB: "masih sendirian aja"
A   : "nyari pacar jaman sekarang susah,pak."
OB: "ga ada yang lagi deket?"
A   : "deket mah ada pak, tapi kan temen aja. ga lebih"
OB: "iya, pasti banyak yang deketin. bae bae pengap."
A   : "haha, ga juga. gitulah pak. deket deket mah banyak, tapi temen semua. dan memang aku kan lebih
         banyak punya temen cowo daripada cewe"
OB: "ya, kamu supel sih orangnya."
A   : "Nah, iya pak. itulah, aku suka bergaul sama siapa aja."

OB: "kayanya saya tau kenapa situ masih sendiri. bukan karena jaman sekarang susah cari pacar. tapi karena kamu terlalu banyak yang mendekati. sehingga kamu ngap sendiri. dan jadi tak memilih. udah waktunya menyeleksi ri. berhenti mengkoleksi, berhenti mencari."

#DAR!!!

saya tertampar.

dan itu...

Benar.

Saya memang mudah bergaul dengan siapa saja. mengenal orang orang baru. berteman dengan mereka. saya suka. saya tidak bisa menghindar dari anggapan orang orang tentang bagaiamana saya dimata mereka, mengingat perbandingan teman pria saya jauh lebih besar daripada teman wanita. bukan karena apa. saya juga tidak taulah. mungkin karena teman pria cenderung lebih apa adanya. ga ribet. bukan berarti temen wanitra ribet. well, masing masing has their own plus and minus.

Mungkin karena sangking banyaknya teman pria. saya sampai lupa, dan akhirnya tak memilah. saya tak mendapatkan bukan karena saya tak menemukan. tapi karena terlalu banyak menyimpan. mungkin ada salah satu diantara mereka mereka itu, hanya saya tidak tau.

Sekarang bukan saatnya lagi mencari. sekarang saatnya menyeleksi. memilih.

Tapi kalaupun ada, satu diantara mereka. haruslah yang mengerti saya. saya yah begini adanya. yang tidak berkeberatan saya bergaul sama siapa saja. yang tidak mengekang dan melarang. percaya saja saya tau aturan. saya tau batasan. saya tau membedakan mana teman, mana pacar. mana kawan, mana mantan (ha? mantan? mana mana manaaa?) hehehe :p

Dia tidak harus kaya raya bergelimpangan harta. yang penting ada, cukup untuk kita berdua. toh, nanti kita saling berbagi. Dia tidak harus tampan, rupawan. yang penting enak dipandang. yang penting hati, wawasan, kepintaran juga sikapnya yang sopan. Dia yang jelas jelas mengasihi saya bukan karena apa yang terlihat mata. tapi apa yang dia rasa akan pribadi saya yang begini adanya. Dia yang bisa memberikan saya masukan, bukan cacian. Dia yang bisa menjadi rekanan, teman, pegangan (namun yang tak membuat saya berkegantungan). Dia yang diam saat saya tidak ingin mendengar sedikit suara. Dia yang juga berisik saat saya sedang "gila gilanya". Dia yang tau memposisikan diri. dan satu lagi, dia yang romantis! itu pasti.
(banyak yah kriterianya? bodo.bodoo.bodooo amat ah! biar sekali dapet, ga ganti ganti lagi. maunya sih gitu. ga mau. yaudah. eh. kok gitu. yah....)

sebutlah saya si tukang pilah pilah, punya banyak kriteria dalam memilih pria. tapi dengarlah, semua itu biar saya tidak salah langkah. saya tidak mau menghabiskan waktu dengan orang yang salah. :)))

sudah ah, saya cari dulu yah...
Read More

Wednesday, April 11, 2012

Bertamu

Hey, siapa itu dibalik pintu.
terdengar dari sini ketukanmu.
Hey, siapa itu dibalik pintu.
aku hanya ingin tau.
sebutkan dulu namamu.
tunjukan sifatmu.
masa lalu, aku tak begitu perlu.
tapi boleh kan kalau aku tanyakan?
hanya sekedar menambah bahan pembicaraan, mana tau akan aku bukakan, jika ceritamu menarik perhatian.
Hey, siapa itu dibalik pintu.
aku mendengar ketukan, namun berat langkahku kesana membukakan.
aku malas membuka pintu. takut? ya mungkin. aku ciut, mengkerut.
Hey, siapa itu dibalik pintu.
tak berhenti kau mengetuk. membuat hati dan logika bertubruk.
Hey, siapa itu dibalik pintu.
tak henti kau berusaha diluar situ.
tak lelah menunggu.
agar bisa masuk dan duduk bersama diri pribadi ini yang amnesia.
amnesia akan rasanya duduk berdua.
Read More

Tuesday, April 10, 2012

Kataku: HAK KU!!

Pagi ini, saya disadarkan oleh seseorang. lewat perbincangan yang sangat amat sederhana. saya sekedar bertukar pikir dan meminta saran. dia orang yang saya tuakan, yang saya anggap abang. entah mengapa, ketika saya bercerita sama dia. semuanya tumpah. kantong air matapun pecah. banyak pemahaman yang dia berikan. saya menyatakan bahwa saya dehidrasi. saya dehidrasi akan jawaban jawaban atas banyaknya pertanyaan dalam otak mini ini yang saya yakini cuma bisa dijawab olehNya. sampai akhirnya dia yang saya anggap abang hanya bilang:

"kita, manusia, sebenarnya tidak berhak mendapatkan apa apa. kalau bukan karena kasih dan kemurahanNya"


Tepat!
kata kata itu tepat menampar saya. air mata tumpah.


Sadar ga sadar, ternyata kita tuh ga berhak untuk dapetin apa apa. lupakan sebentar mengenai HAM yang memang kita dapatkan sejak keluar dari kandungan. ini mengenai Hak Hak kita di mata Tuhan. entah mengapa belakangan ini saya mendadak sering menuliskan tentang Dia, si empunya anda anda dan juga saya.

Kita sebenernya ga berhak untuk hidup berkelengkapan, tapi dengan cuma cuma Tuhan berikan. Tuhan mensubsidi penuh, memperlengkapi kita utuh. Kalo mau main itung itungan, wah. kita semua ini bisa jatuh miskin untuk membayar semua. Karena keasikan, karena mental gratisan, kita kadang lupa daratan. sadar. ga. sadar. tapi itu yang tengah terjadi di era kita saat ini. contoh kita lupa daratan ialah lewat keluhan yang kita lontarkan.

Sadar ga sadar lagi nih. dalam 24 jam sehari, coba itung! berapa perbandingan pengucapan syukur  kita jika berbanding dengan keluhan, umpatan, dan tuntutan yang kita lontarkan?!

"Harusnya ga gini Tuhan"
"Mana Tuhan?"
"Katanya Tuhan Maha Tau"
"Kok gini sih Tuhan"

contoh umpatan klasik yang mungkin Tuhan jijik. saya pun mungkin pernah mengeluarkan kata kata tersebut. ya. saya satu diantaranya. rasa dehidrasi akan jawaban dari tiap pertanyaan akhirnya pun membuat saya lelah, dan tidak lagi berapi api dalam mencari tau. tidak lagi berapi api bertanya padaNya yg Maha Tau. saya akhirnya diam di tempat, sesekali jalan lambat. setahap demi setahap. padahal saya sadar untuk mengetahui jawaban itu secara cepat, dibutuhkan pergerakan yang juga harus sigap. namun saya, mungkin saat ini saya tiarap dan merangkak lambat.



Jangan tanyakan mana bagianku, jika kita belum mengerjakan tugas dengan penuh.

Jangan tanyakan kenapa begini, kenapa begitu.

karena terkadang yang kita butuhkan hanyalah diam, tak banyak bertanya. tak banyak protes akan apa apa.

karena yang kita butuhkan hanyalah kesadaran apakah yang kita mintakan, layak untuk kita dapatkan....? Karena yang kita buthkan hanyalah kesadaran siapakah kita. siapakah anda. siapakah saya. sehingga berhak untuk mendapatkan semua yang sesuai keinginan? sudahkan kita senangkan hatiNya lewat perbuatan?

saya malu. tertunduk lesu. air mata. ku basuh.
Read More

Monday, April 9, 2012

Ms. Tjiang - Ms. Anderson - Mr. Know it all

Jadi, ceritanya kemarin. iyah, hari sabtu, iyah, malem minggu, saya berkencan (aisadap!) ralat! saya pergi dengan sahabat, saudara, entahlah apa sebutannya. yang jelas wanita ini mengerti saya, luar dan dalam, menjadi saksi perjalanan cinta hidup saya. here she is Steffi Anderson . entah bagaimana cara kami bersahabat, yang jelas  seingat kami, kami masih mengenakan seragam putih merah waktu itu. sampai kini, kami dapat mengenakan baju bebas. Bebo begitulah saya menyapa nona muda ini. Ia setaun lebih tua dari saya. terlalu banyak kesamaan antara saya dan juga dia. sama sama wanita, sama sama anak pertama, sama sama punya mama yang sifatnya tak jauh beda. sama sama punya pacar, sampai akhirnya tak berapa lama setelah ia putus, kemudian saya. HAHAHA! (ketawa sambil nahan rasa...) (ini ga penting di ketik sih sebenernya. eh, tapi yaudahlah yah) *kipas kipas*

Sneak Peek! me and bebo :) too lovely!

Well, sesaat sebelum mereka landing di perut kami masing masing!


Kami menikmati sore itu di salah satu plaza (aisadaap!), kami bertukar cerita yang intinya sama dan selalu menarik untuk kami membahasnya. apalagi kalau bukan cinta.

TUNGGU DULU!

yang kami ceritakan bukan cinta cinta an anak muda. mengingat usia. kami tak lagi mencertikan cinta cinta an yang biasa. kali ini mungkin lebih dalam, berbicara mengenai sosok pria yang bukan hanya menjadi selingan, tapi mengenai pencarian cinta pada seorang pria yang tak hanya bisa menjadi pasangan semata saja.

Kami sepakat, menemukan lelaki jaman sekarang ini susah. kami bukan lagi mencari bocah. orientasi kami bukan lagi pacaran yang ga punya arah tujuan. bukan lagi pacaran yang kerjaannya makan jalan nonton, makan jalan nonton. bukan itu! orientasi kami sekarang ialah mencari sosok lelaki yang ketika kami berada di dekatnya, kami bisa menjadi diri apa adanya. sosok lelaki yang menerima kami apa adanya, dan bukan ada apanya, bukan apa apa ada, atau ada ada apa (lah!). kami mencari sosok lelaki yang bisa menjawab pertanyaan "APA ADA lelaki jaman sekarang yang seperti itu" kami mencari sosok lelaki yang ga hanya bisa ngegombal tanpa bisa bilang "ADA APA sayang? sini sini sini..." (wuuu..aheeeey!) *fokus ari, fokuss* (hehe..) :p

Kami pun sampai pada satu pembicaraan, kesepakatan bahwa "iya yah.. sepi juga" #DAR! #NAHLOH
berasa kan akhirnya sepi nya. ini bukan berbicara tentang wanita kesepian. ini berbicara mengenai sisi perempuan kami yang memang to be true ga bisa kami tutupi. kami butuh pasangan. bukan untuk sekedar have fun. tapi sosok dimana menjadi rekanan. partner! nah! tepat! terlebih dari itu juga si laki itu harus bisa push me up, not drag me down! ketika kehadiran si laki itu dalam hidup kita ga membawa dampak apa apa, yah.sorry. buat apa kita menghabiskan waktu bersamanya. just waste a time.

Masa single, adalah masa masa pencarian. dan lucu, terkadang kami dipertemukan oleh orang yang sesungguhnya menurut kami ialah tepat, namun sayang kondisinya yang tidak tepat. disaat kami dipertemukan oleh orang yang tepat, namun ada saja kenyataan yang tak bisa berkompromi, entah dari pihak laki atau kami.
ga sedikit juga terselip beberapa pria pria aneh versi on the spot dalam masa single kami. adalah yang lebay, adalah yang sotoy, adalah yang minderan, adalah yang suka ngambil kesimpulan sendiri, adalah yg suka gombal (masih jaman apah nganah gituh haaah?). hufft *kipas kipas* *pelintir kumis!* *tepok jidat! lupa ga punya kumis*

Intinya, kami sedang mencari, tapi kita tak terburu buru juga sih. toh, kami masih bisa menikmati hidup ini. (yakan fi? bisakan yah? asik asik ajakan yah? :"))

***
Kalau kita tunggu akankah nanti sang waktu yang kan mempertemukan. Kalau kita mencari tidakkah terlihat murahan. kalau kami mempunyai standarisasi apakah ketinggian, namun apakah kami harus turunkan standarisasi? tidak! bukan begitu kan?! Hah, cinta cinta an anak jaman. kami sudah cukup bosan. lelaki idaman, jangan hilang di makan jaman. jangan... yah :")
Read More

Sunday, April 8, 2012

Pertemuan, Penyatuan, Pemisahan

 
Saya suka bagaiamana cara Tuhan mempertemukan dan akhirnya menyatukan dua insan yg berbeda. Namun, saya heran ketika pada akhirnya Ia juga memisahkan dengan cara yg tak terjangkau oleh pikiran manusia. Contohnya saya.

Saya tidak pernah menyangka ketika kata kita akhirnya berubah. Anda yah anda, saya yah saya. Atau bahkan kini kata kita tlah diperbaharui menjadi kamu dan dia. Tak masalah.

Jadian, kemudian putus itu hal wajar. Sudah menjadi siklus dalam hubungan pacaran. Ketika dimana yg tadinya perbedaan membuat kita saling melengkapi, kini menjadi hal yg yg menjurangi. Ketika yg tadi dimana persamaan membuat kita nyaman, berubah menjadi hal yg membuat kita bosan.

Saya sempat bertanya, kenapa ada pertemuan, penyatuan, jika pada akhirnya dipisahkan. Dan kini saya mengerti. Semacam mendapat jawaban. Ialah PENGAJARAN. Ternyata dari semua itu, yang Ia izinkan ada hal yg ingin saya mengerti, saya pahami, yang bahkan mungkin akhirnya merubah ataupun memberi saya paradigma baru, paradigma yg berbeda.

Saya mulai dari pengajaran mengapa saya dipertemukan.
saat saya dipertemukan dengan seseorang, entah siapa. Saya disadarkan bahwa saya tidak sendiri. Ternyata diluar sana pun juga ada yg seperti saya, menyukai hal yg sama, mempunyai pola pikir yg juga mungkin sama akan suatu hal, atau apalah hal hal kecil lainnya. Menyadarkan bahwa memang tiap kita manusia, mempunyai pasangannya masing masing. Walaupun belum tentu semua itu berkelanjutan ke jenjang perkawinan. Namun, once in a moment, setidaknya saya menghabiskan waktu dengan org yg saat itu terlihat tepat.

Selanjutnya mengapa kita disatukan.
Sesaat setelah kita dipertemukan, Setelah mungkin berapa bulan melakukan pendekatan akhirnya terjadilah penyatuan. Percaya atau tidak yah. Semua ini sudah direncanakan. Sudah diatur oleh Tuhan, saya disatukan agar lebih lagi kita tau menau, terlebih itu, agar saya tak berlarut dalam rasa sepi secara saya mahluk sosial. Agar saya punya sandaran, agar saya punya pendengar cerita, penampung segala rasa yg saya punya, suka juga duka, agar saya dapat mempraktekan apa itu kasih yg biasa kita sebut cinta. Dalam proses penyatuan, lebih dalam lagi saya dibawa masuk dalam tahap pengenalan, bukan hanya pengetahuan saya akan apa saja kesamaan dan kesukaan kita terhadap sesuatu. Tapi mulailah ada yg dinamakan perbedaan. Makin lama perbedaan makin terlihat. Seolah saya lupa, bahkan anak kembarpun tak sepenuhnya sama, bukan begitu bukan.... :") Semakian lama kenal, semakin lama tau, luar dalam, keburukan, kebaikan, segalanya. Transparansi. Semua tidak ada yg ditutup tutupi. Kelemahannya ditutupi oleh kelebihan yg kita punya. Begitupun sebaliknya.

Ditahap itu saja, banyak org yg mulai tidak sabaran, atau mungkin ada yg mememdam, sampai akhirnya jika tak tertahankan terjadilah perpecahan.

Dan

Perpecahan menimbulkan Perpisahan.

Di titik inilah sayamulai tidak mengerti maksudNya. Tidak semudah saya mengerti mengapa saya dipertemukan kemudian disatukan. Banyak pun diantara kita sampai berkata, mengapa harus dipertemukan, bila akhirnya dipisahkan.

Saya pun sempat larut dalam keaedihan mendalam, waktu itu.. Namun, sampai pada akhirnya, disuatu hari saya mendapat pemahaman. Lucu bagaiamana caraNya mempertemukan saya dengan orang orang yg juga mengalami hal yg serupa. Bahkan kalau mau dikata, lebih parah! Saya merasa, masalah saya belum ada apa apanya, dibanding mereka.

Sampai akhirnya saya mengerti, mengapa terjadi yg namanya perpisahan. Sebenarnya mudah, simpel. Ia ingin mengajarkan kita untuk menyamakan presepsi bahwa saat ini, jika kita tetap bersama, akan merusak rencanaNya bagi saya maupun dia.

Dan, awalnya saya tidak mengerti pemahaman ini, walaupun saya sadari.

CaraNya memang lucu, bagaiamana kemudian Ia membuat saya mengerti. Saat ini saya hanya tersenyum melihat semua.

Andai saja, Ia tak memisahkan saya. Tidak akan pernah terbentuk saya yg seperti ini. Tidak akan ada saya yg kaya begini. Kehidupan saya berbeda, pribadi saya berubah, walaupun tak sepenuhnya. Dari kehilangan, saya belajar menghargai sebuah hubungan yg jika mungkin nanti saya dipertemukan oleh org yg baru, bisa saya praktekan. Dari kehilangan yg menciptakan sebuah kesendirian, saya belajar bagaimana survive dan bertahan hidup tanpa rekanan, mengajarkan saya mandiri.

Terlebih dari itu.

Jika Ia tak memisahkan saya, saya mungkin tidak akan pernah bertemu orang orang baru, DAN saya mungkin tidak akan pernah menghasilkan tulisan ini.

Memang, karna kita tidak pernah rasakan apa itu sembuh jika kita tidak pernah sakit dan terluka. Bukan begitu bukan?

Dan.....

Tidaklah salah melepaskan sesuatu yg tidak bisa kita pertahankan, untuk akhirnya nanti kita mendapatkan sesuatu yg tidak akan hilang.
Read More

Kamu dan Makanan Kesukaan


Jadi, aku itu suka makan. Aku suka jatuh cinta. Aku juga suka.. suka kamu. Dan dimataku jatuh cinta sama kamu itu sama seperti jatuh ke dalam sebuah pusat jajanan.

Entah kenapa, cinta itu terlalu susah untukku jelaskan. Bukan karena apa. Karena cinta itu terlalu mempunyai banyak arti. Tergantung pribadi.

Dan entah mengapa, jatuh cinta sama kamu itu pun sulit aku jelaskan lewat teori teori cinta yg rumit. Dan disini, aku coba sempurnakan. Korelasi jatuh cinta sama kamu dengan makanan kesukaan aku.

Kita coba mengibaratkan (yah...) *pelintir kumis* *tepok jidat! Lupa ga punya kumis*

Kamu itu seperti pusat jajanan di tengah ibu kota. Dari sekian banyak tempat menarik yg ada. Cuma kamu tempat favorit. Walau iya, banyak orang yg mengunjungi, dan siapapun bisa menikmati. Tapi, untuk kali ini. Pusat jajanan nya hanya terbuka untuk aku, makasi :). Aku bisa menjadi aku ketika masuk ke situ, aku bisa memakai baju yg aku suka, yang aku mau , tanpa takut terlihat gemuk, apalagi setelah nanti ku coba semua masakan yg ada.

Kamu itu seperti pusat jajanan di tengah ibu kota, kamu menyediakan semua makanan yg akun suka. Setiap yg kamu sungguhkan selalu menarik perhatian. Semua mau aku makan. Aku tak perduli berat badan. Beneraaaaan!
Namun, kamu juga menyediakan beraneka ragam masakan masakan olahan yg mengandung daging dagingan. Kamu tau kan aku seorang vegetarian(dengan pengecualian) tapi kamu membiarkan tenda makanan itu tetap ada, tersedia. tapi, nah! Itulah yg aku sebut kekurangan.

Kekuranganmu adalah sesuatu yg pastinya tak aku suka, yg tak bisa ku makan, namun aku tak berkeberatan. Tetap saja, tak mengurangi penilaian. Karena perbandingan antara kekurangan dan kelebihan selalu ada di tiap tiap kita. Aku tak masalah. Sungguh! Mengingat masih banyak tenda yg bisa aku coba.

Aku suka semua yg ada di dalammu. Kamu mengolah tiap makanan dengan sempurna. Membuat aku bahagia lewat cara diluar logika. Sekalipun kamu tak berusaha menciptakan suatu hidangan. Namun, melihat tiap tenda tendanya saja sudah bikin aku tersenyum senang.
Mengerti kan?

Kamu itu bikin aku ketagihan. Kamu itu makanan kesukaan. Kamu bikin aku kenyang sampe aku kebegahan. Kamu itu makanan yg tak pernah bikin aku bosan.

Ini pengungkapan yg paling sederhana, yang bisa aku jelaskan ttg kamu. Dan, kalau yuraku mempunyai slogan all you can it. Kamu itu all i can in love with.
Read More

Wednesday, April 4, 2012

Bingung.


Jadi, intinya saya sedang bingung. berada di tengah tengah dari sekian banyaknya pilihan. lupakan dulu soal cinta cinta-an. bukan. sama sekali bukan itu. minggu ini memang berat, banyak perasaan yang mendesak. hibernasi? perlu? lagi?

Jadi, intinya saya sedang bingung. iya, berada di tengah tengah dari sekian banyaknya pilihan, bukan masalah pilihannya, tapi masalah konsekuensi yang harus saya ambil alih jika saya memilih, konsekuensi berbahaya bahkan jika saya salah memilah.

Jadi, intinya saya sedang bingung. saya terhimpit sempit diantara banyak pertanyaan yang bercampur dengan keraguan. jawaban akan pertanyaan pertanyaanpun sulit saya dapatkan, dan beberapa tak bisa saya pecahkan.

Saya bukan penulis yang pandai merangkai indahnya kata. saya menulis karena suka. saja. kebingungan kebingungan coba saya uraikan lewat tiap tulisan. yah, walaupun saya tidak mendapat jawaban, setidaknya sedikit melegakan jika saya utarakan lewat tulisan.

Saya bukan penyanyi yang pandai improvisasi, masih banyak fals sana sini. kalah si iwan, Ah! tuh kan salah fokus. maklum sedang bingung. kebingungan kebingungan juga tak dapat tersampaikan lewat lagu yang saya nyanyikan, tetapi setidaknya perasaan. yang peka pasti tau apa yang saya rasa.

Saya bukan fotografer yang pandai mengambil setiap gambar yang tertangkap mata. saya tidak belajar untuk mendalaminya. tiap foto yang tertangkap kamera juga tak dapat menjawab kebingungan saya. tapi saat melihat hasilnya, setidaknya masih terselip wajah wajah yang membuatku bahagia, hanya lewat ekspresi mereka.

terlepas dari itu semua, yang jelas saya mahluk ciptaan Allah, yang dirancang dengan begitu sempurna. walaupun terkadang saya lupa, saya istimewa di mataNya. saya mahluk ciptaan Allah yang masih saja suka tak percaya akan tiap rancangannya, sehingga wajar, saya rentan akan rasa bingung. Otak mini ini memang tak mampu menampung besarnya rencanaNya. otak mini ini butuh reparasi. dan, diri ini butuh lebih berkomunikasi padaNya. The one and only.....
Read More

Monday, April 2, 2012

Looking For....

Banyak pertanyaan yang berhimpitan masuk dalam otak gue yang mini ini. Maunya apa sih? Ga dapet yang kita mau, kita tinggal minta. pas dikasih, komplein. Sampai kembali lagi gue mengambil alasan "namanya juga manusia".

Manusia, heemm.. ga tau sih apa arti sesungguhnya. yang jelas species ini adalah yang paling beda dari dua mahluk hidup lain yang juga tercipta (which is binatang, dan tumbuhan). Yang membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya, karena manusia punya indera, punya akal budi, punya hati nurani (yang ga tau sampe skg masih dipake apa ngga).

Hidup dalam kesendirian, membuat diri ini menjadi pribadi yang mandiri, bahkan terlalu mandiri (I guess). Gue hampir melakukan semua hal - hal yang seharusnya ga wajar aja untuk seorang wanita melakukannya seorang diri (ya ga tau juga sih, kalo menurut gue sih yagitu). Hidup dalam kesendirian, membuat diri ini menjadi pribadi yang mandiri, bahkan terlalu berlebih kadarnya. Hingga tersadar bahwa kembali lagi kepada kodrat manusia yang ga baik hidup sendirian saja, mengingat Tuhan sudah mengaruniakan pasangan yang setara, sesuai, yang pas komposisinya.

Sekarang ini, ketika tersadar akan kata sepi, timbulah pertanyaan "lalu apa yang aku cari?" hati yang baru? cinta yang baru? "Am I ready?". Lucu ketika pertanyaan dalam otak mini ini terjawab dengan pertanyaan yang lainnya lagi. Hidup yah dijalani, Sendiri yah begini. Sepi, ga juga sih. cuma kadang ada satu tempat dihati yang minta untuk diisi. Apasih bedanya orang pacaran sama orang yang sendiri? seengganya orang yang pacaran itu bisa berbagi. ya, mungkin itu dia ya. Saat ini, sama siapa gue berbagi? yang ada nelen semua sendiri. pahit sih. cuma mau gimana lagi. *kuntel poni* :"(

"Ari, apa yang lo cari?" pertanyaan itu terus terngiang, dan terus memaksakan, meminta jawaban. sesungguhnya yang gue butuh mungkin hati yang baru, cinta yang baru, it means orang baru. tapi terlebih daripada itu semua yang gue butuhkan ialah kesiapan.

Kesiapan gue untuk memulai sesuatu yang baru dengan orang yang baru. Kesiapan gue untuk melangkah maju meninggalkan masa lalu. Kesiapan gue untuk tidak mematok standart tinggi seperti orang yang dulu pernah memiliki hati ini. Kesiapan gue untuk kembali lagi menjalani, menulis kembali bab baru dalam kehidupan yang kertasnya masih putih bersih.

Yang terpenting ialah siap untuk buka hati.

Hingga nanti kan datang cinta yang baru, yang telah melewati seleksi ketat. Hingga nanti kan datang cinta yang baru, yang telah menyisihkan beribu petarung hati (yaa, lebay lo ri!). Hingga nanti ketika sudah dipertemukan, gue siap menyambut kedatangan, dengan hati yang lapang :)))
Read More
© 2012 Eyeglasses by Ms Tjiang. Powered by Blogger.

© e y e g l a s s e s !, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena