Sunday, September 30, 2012

PENCAPAIAN,-





Toga dan kebaya, saya siap diwisuda.
Toga dan kebaya, juga keluarga, saya siap membuat mereka bangga.
Toga dan kebaya, keluarga, hanya itu saja cukup membuat kesatuan hari yang bahagia.

***

Saya ingat apa cita cita saya dulu, ketika ditanya "Kalau besar mau jadi apa?", dengan cepat saya menjawab dokter.--ya, cita cita anak kecil pada umumnya. Seiring waktu berjalan, seiring proses pertumbuhan, disertai beberapa kejadian kejadian, semua cita cita pun menjadi bertolak belakang. Saya mengambil jurusan sekertaris di sebuah sekolah tinggi, itupun hasil dari rekomendasi Ibu negara, bukan, bukan saya. 

saya bukan type orang yang suka bekerja dibalik meja, mengerjakan tugas tugas perkantoran, menjadi anak buah. ah! sangat bukan saya.

tapi siapa sangka, hasil rekomendasi Ibu negara, menjadikan saya menjadi saya yang seperti sekarang ini adanya. ternata dibalik rekomendasi Ibu Negara, ada rencana Tuhan di dalamnya. Ah! berbiacara mengenai kebaikan Tuhan dalam hidup, bisa saya katakan itu terlebih dari cukup. apa yang ga pernah saya inginkan, bayangkan, even timbul dalam hati, semua Tuhan sediakan.

singkat cerita, pada semester tiga saya kuliah, saya mendapatkan kerja, dari menjabat sebagai receptionist menjadi seorang sekertaris pimpinan. siapa sangka? tidak ibu negara, tidak juga saya. karena perkara besar akan dipercayakan ketika seseorang setia dgn perkara kecil yang diberikan.

***

Sekarang kalau ditanya, apa cita cita saya?--saya bilang tak ada, saya tak punya cita cita, saya hanya punya tujuan dan beberapa pencapaian.

saya tidak mau menjadi dokter-- tapi saya ingin menyembuhkan bagian bagian kehidupan saya yang sakit.

saya tidak mau menjadi dokter-- tapi saya ingin memberikan kehidupan pada diri sendiri, sehingga dapat menghidupi ibu negara dan kroni kroninya, sejak bapak tiada, sejak ia meninggal dunia.

saya tidak mau menjadi dokter-- tidak mau. saya hanya ingin berdiri di atas kedua kaki, dengan Tuhan sebagai pegangan.

saya  mau hidup ini menjadi surat terbuka, agar setiap orang bisa baca dan melihat bahwa Yesusku luar biasa.

Read More

Friday, September 21, 2012

WANT.-

Tumblr_lkmialgn8t1qcp6x4o1_500_large

So, you wanna know what I want?
I WANT IT ALL!

I want to be in love so much it hurts. The frissons. The pin pricks. The mind-blowing about the future. The connection. And I want to be married with kids I adore and a husband who makes me feel safe, sexy, smart, secure, silly, serious, salacious, sinful. serene, satisfied, I want someone who makes me laugh until chocochino milk comes out my nose (only I don't drink milk). I want to finish someone's sentences. I want to believe in someone, in something, in a future that's not just about laundry and soccer practice and subdivisions and guilt-tripping grandparents. I want to make someone a better person. I want to be good example. I want to love some kids into the world. I want someone who stimulates my brain as much as my body. I want to taste everything and go everywhere. I want to give and I want to get. I want too much and I want it all in one person.

So, what do I want from you? That's hard to say because it's not really about want, it's about WISH! Do I wish you were that person for me? YES! Do I wish that you weren't married with kids and that I wasn't living with someone and that even though we work together we could explore the possibilities and that all my dreams would come true? Duh. BUT you are, and I am, and we can't and they won't. So the question is, do I want just a little, or I should say, a little more? Sure, all the time I do. But I know a little's not going to be enough and then I'll want more. And then maybe I won't want more, but you will. or you won't and I will. And then there will be nothing and I don't want that at all.
Read More

Wednesday, August 29, 2012

Datang, Pergi, Hilang, Kembali(?)

Kemarin kamu datang,
esoknya kamu pergi.
lusa datang lagi,
menjelang senja entah kemana.
maunya apa?

Kemarin aku disini.
esoknya juga masih.
lusa, tetap menanti
menjelang senja, aku mati.
tidak mau apa apa.

cuma memberi ilustrasi tentang bagaimana kamu
seenak enaknya bolak balik ketempat yang memang pintunya selalu terbuka
untuk kamu.
kapan saja.
semaunya!
Read More

Sunday, August 26, 2012

Sekedar ingin tau,-

Aku menggenggam blackberryku,
mengklik pilihan broadcast message,
yang tertuju hanya untukmu.
"Test Contact"
Read More

Nunggu.-

hanya ada satu tanda tanya dalam kepala: yang mana lagi, sih?

Photography_awesome_envy_my_old_friend_flickr_inspiration-62b685eb7b4f76a631266c7440a7fccf_h_large

***

Katanya jodoh jangan dicari, dan aku bukan orang yang setuju akan hal itu.
bagaimana mungkin kita menemukan kalau kita tak mencari.
bagaimana mungkin kita mendapatkan kalau kita tak berusaha meraih.

tapi. bila kamu yang menjadi standarisasi dalam pencarianku.
kurasa tak adalagi.

kamu itu, maha karya Allah Bapa yang luar biasa.
tidak sempurna.
tapi semua yang aku mau terangkum di dalam dirimu.

hingga banyak yang bertanya, aku mau yang seperti apa.
aku masih menyebutkan kriteria yang sama persis seperti apa yang kamu punya.

akhirnya, aku tau.
dan menyimpulkan sendiri,
aku berhenti.
berhenti membesarkan tanda tanya yang ada dalam kepala.
berhenti bertanya: yang mana lagi, sih?
aku berhenti.mencari.

sekarang aku hanya menunggu,
datangnya kamu dalam maha karya Allah Bapa yang lainnya.
kali saja ada stok sisa.

karena aku tau,
jika waktu adalah uang, menunggumu adalah deposito.
tabungan yang akan berbunga,
dan dapat kunimakti hasilnya dalam jangka waktu yang cukup-la-ma.
Read More

Wednesday, August 15, 2012

just miss...

I miss all of the things we've been through..
I miss the pointless bickering,
I miss the long walks,
the late night phone calls,
the good morning texts.
I miss to take a cute picture with you.
to hold your hand, to make a food for you.
to call you baby.
to joking.
I miss the wrestling, the fights.
the long how I feel text message after we make up.

Yes, i miss it.
I miss you....

***


Ternyata, 
beranjak dari segala sesuatu yang berkaitan dengan kamu bukan sebatas mengangkat kaki dan pergi. Ternyata, tidak memikirkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kamu bukan sebatas mencari berbagai kesibukan dan akhirnya kamu pun hilang dari ingatan, terlupakan. bukan itu.

nyi...aku kangen ih! :")
Read More

Tuesday, August 14, 2012

Comfort Zone,-

Tumblr_m88e9mphln1rsh8d1o1_500_large


"Kita semua suka berada dalam zona nyaman, dan juga suka mengusik zona nyaman orang lain."-@notaslimboy

***

Sebuah kata - kata sederhana yang sampai saat ini terngiang di telinga, tertempel di kepala. memang benar adanya, who doesn't love comfort zone sih? semua suka comfort zone, dan sering kali juga mengusik comfort zone orang lain untuk memperbesar area comfort zone nya. serakah, iya. 

Trus.
kita bisa apa?

diam saja?
usik balik?
atau keluar dan mencari zona yang baru, dari zona nyaman-tetangga-yang-serakah?

kadang dalam diam, ada perasaan yang kian lama kian ditekan.
usik balik? ga asik! what's the point dari membalas kejahatan dgn hal yang sama?
keluar dan mencari zona yang baru, berani ga kamu? apa mau?

:))

ga semua orang seberani itu sih, meninggalkan apa yang "dirasa" nyaman, untuk pindah ke zona yang "DIA(Tuhan Allah) yakin" kita akan jauh lebih betah.

kalo dipikir pikir, siapa sih kita, bisa seenaknya memanusiakan pikiran Tuhan akan sebuah zona nyaman?

hah!
Read More

Tuesday, July 31, 2012

takut.-

Bukannya kita takut gelap.
hanya saja kita takut apa yang ada di dalam kegelapan tsb.
Bukannya kita takut tinggi.
hanya saja kita takut jatuh.
Bukannya takut mencinta.
hanya saja kita takut sakit hatinya.
begitu juga dengan mati.
bukannya takut mati.
hanya saja takut bagaimana caranya,
masuk surga ataukah neraka?
Read More

12.06.12

"Tuh, kan kalau belum siap, apa ku bilang? lebih baik jangan"
"Iya, maaf."
"Iya, gapapa. udah biasa."

Pembicaraan selesai dan anggaplah itu kalimat terakhir dari chat yang kian hari kian terlupa. kian hilang, kian sirna. siapalah saya dan siapalah dia. kita beda
Read More

Tuesday, July 24, 2012

Cinta pada/ Takut akan?

B63_large




Ada seorang sahabat saya, sebaya, senasib, dia hidup sendiri, melajang selama lebih kurang 2 tahun. mulai mengeluhkan mengenai kebosanannya hidup sendirian. Disaat yang sama, ada seorang sahabat saya lainnya, yang telah menjalin hubungan lumayan lama, mengeluhkan mengenai kebosanannya akan hidup berdua, ingin sendiri, ingin bebas katanya. hubungannya sedang masuk dalam kata jenuh, bosan, parah lah kalau boleh dikata, tapi apa. dia tetap menjalankan hubungan tersebut, karena takut sendiri, takut sepi.

LUCU!

saya pun berpikir pada akhirnya: kita menjalankan sesuatu karena cinta pada atau takut akan?

Hubungan yang kita jalani (entah hubungan dgn siapapun itu, bisa dengan keluarga, istri, suami, pacar, sekalipun Tuhan Allah) based on karena memang cinta pada mereka, atau takut akan dampak yang ga enak, yang akan kita alami nantinya ketika kita memilih untuk melepaskannya. #jedeerr!
- Kita berpuasa, sholat, sembahyang, beribadah, karena cinta akan Tuhan atau takut akan hukuman dan ganjarannya?

- Kita bekerja, cape cape, karena memang mencintai pekerjaannya, atau karena takut jadi pengangguran dan hidup kekurangan di tengah himpitan kebutuhan kebutuhan?

- Kita menjalin hubungan pacaran atau rumah tangga, karena mencintai pasangan kita atau takut hidup sendiri, takut sepi, takut ga ada yg menemani?
Hemm.. padahal tidaklah bodoh, merelakan sesuatu yang tidak dapat dipertahankan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak akan pernah hilang, yang mungkin dapetnya ga sekarang.



Read More

Thursday, July 5, 2012

Minta.

                            http://data.whicdn.com/images/31963600/tumblr_m6odnlDk2t1r07wyvo1_500_large.jpg


 
Seberapa banyak diantara kita yang sering kali menanyakan ttg hal - hal sekitar yang terjadi dalam hidup? ada yang selalu bertanya mengapa, tanpa mencari tau jawaban maupun alasan. ada juga yang semasa bodo, terserah Tuhan mau bikin apa dalam hidupnya. pasrah.

Tiap kita punya keinginan, ya pastilah. ingin ini, ingin itu, banyak mau. padahal belum tentu beneran perlu.

Saya ini orangnya ga banyak minta, dikasih, Terima dan bersyukur atasnya. ga dikasih yah, emang mungkin belum saatnya, toh, kalaupun ga dikasih, berarti emang itu bukan sesuatu hal yang pas di mataNya untuk saya. dan kalaupun saya menginginkan sesuatu dan belum juga dikasih kasih, saya akan minta melalu doa yang bukan saja jadikan alat untuk memaksa.

kita harus bisa bedain loh, mana minta mana maksa, yang kita ucapkan lewat doa!

Dalam masa sekarang ini, jujur, saya kehabisan list pengajuan. bukan karena saya merasa cukup dan semua semua ada. tapi saya bingung. apa yang saya butuh sebenarnya. karena saya ga akan meminta sesuatu yang sifatnya hanya berdasarkan pada nafsu semata atapun berdasarkan trend yang lagi orang orang suka.

contoh kecil, saya ga akan minta iphone 4s, kalo saya udah punya blackberry yang masih berfungsi.

Saya tidak tau apalagi yang ingin saya minta, saya bingung, dan akhirnya saya bertanya, kepada seorang, yang cukup banyak saya belajar dari padanya.

"Pak, dalam hidup yang sudah berkelimpahan juga berkecukupan, apakah Bapak tetap meminta kepada Tuhan? masih banyak kah list permintaan yg ingin diajukan?"

"Iya, saya terus meminta. jelas!"

Sesaat saya terdiam di tengah pembicaraan, melihat kehidupannya yang berlimpah, cukup dalam segala, namun masih saja meminta. sedang saya, saya sadar masih banyak kurang, dan masih banyak butuhnya, kok sudah ga tau mau minta apa.

"Kita harus terus meminta, agar Tuhan terus mencurahkan berkat berkatnya pada kita. Terus tagih, terus minta, karena itu janjiNya kepada kita anak - anakNya. sering kali kita mengkerdilakan diri sendiri, sehingga lupa kita ini siapa. lupa bahwa kita punya Allah yang mampu menyediakan, memberikan apa yang kita pinta, bahkan sekalipun tidak."

masih dalam diam yang sama, sembari mencerna tiap kata.

"Jangan bingungkan Tuhan Allah kita dalam hal mencukupi apa yang kita ingini. karena walaupun Ia pribadi Yang Maha Tau, namun Ia ingin mendengar kamu meminta, sebagai tanda, bahwa kita mempunyai kerendahan hati, di depannya."

ya, mungkin begitu yah.

sesaat saya merasa siapakah saya, yang masih banyak kurangnya, dan tidak meminta apa - apa.















Read More

Tuesday, June 19, 2012

Sudahkah?

Su-hayat_large



Sebelum menyudahi hidup ini, saya mau membagikan beberapa hal yang harus kalian pikirkan, semoga menjadi bahan pertimbangan yang dapat menghadang pilihan kalian yang salah. iya! menyerah sama kehidupan itu salah. kenapa? karena hidup ini ialah anugrah yang seharusnya kalian syukuri, dan selalu ada solusi untuk tiap masalah yang kalian hadapi. hanya saja kalian males nyari, dikit dikit milih bunuh diri? cupu, ih!

mari kita pikirkan, beberapa hal berikut ini, yah.

Sudahkah, hidupmu berdampak bagi orang banyak?
Sudahkah, hidupmu menggoreskan sebuah karya ditengah dunia?
Sudahkah, hidupmu membuat kedua orang tua bangga?
Sudahkah, hidupmu membuat orang orang sekitar tertawa, bahagia?

kalau belum, masih ada loh kesempatan, masih ada jantung yang mau berdetak yang hampir kamu mau matikan secara cuma cuma. masih ada pembuluh darah yang memompa darah. iya, pembuluh darah yang hampir kamu putuskan gitu aja.

dan, oya.....

Jauh di sana,
ada orang yang diam diam menyebut namamu dalam doa nya.
disaat pagi ia buka mata, dan sesaat sebelum kantuk melanda malamnya
Jauh di sana,
ada orang yang diam diam tersenyum melihatmu tertawa.
dia bersyukur, karena merasa Tuhan mendengar permintaan dari tiap panjatan doa pagi dan malamnya.
iya, meminta kamu agar hidup bahagia.
Jauh di sana,
ada orang yang diam diam mengaggumimu dan menjadikan dirimu sebagai panutannya.
dan, iyaaah....jauuuuuuh disana...
hanya.......
kamu ga akan melihat dan mengetahuinya, ketika kamu memutuskan untuk bunuh diri saja.

psstttt... jauh disana ialah saya orangnya :)


"Sebab kamu berharga dimataKu, kata Tuhan Allah semesta alam, dan aku ini mengasihi engkau."  :")


Read More

Bunuh diri.

Tumblr_m2f3enfdlf1rpt2juo1_500_large



"hidup ini berat, ri. dan gue ga sanggup untuk jalaninnya lagi, ingin gue akhiri, ingin bunuh diri"

saya ga nyangka bakal denger kata kata ini dari seseorang yang saya kira hidupnya baik baik aja. saya ga nyangka bahwa ia menyatakan, ia menyerah. sama beratnya masalah. katakanlah ia masih sebaya dengan saya, masih dua puluh dua tahun usianya. masih muda. iya. tapi dikit kena masalah aja, udah lemah.

jangan salah, justru seumuran kita, kepala dua. ialah masa dimana kita sedang rentan rentan dan fragile-nya. sedikit aja disenggol sama yang namanya masalah, langsung hilang arah, dan menyerah. ga sedikit yang menyelesaikannya dengan cara: bunuh diri aja.

bodoh!
iya.
berani!
juga!

kenapa saya bilang berani? iya. karena ia berani untuk mempermalukan diri sendiri di hadapan saya tanda ia menyerah sama hidup yang dipercayakan oleh Tuhan kepadanya.

Saya terdiam sebentar mendengar suaranya  yang makin hilang, tertutup dengan isak tangis yang membuat saya miris. saya kehilangan kata kata, karena saya pun banyak belajar darinya. dari ketegaran hidupnya, dari kebaikannya, dari kesabarannya menghadapi dunia. tapi nyatanya? apa? saya seperti kehilangan sosok dia yang biasa saya banggakan.

sampai akhirnya saya berkata, seperti ini, dan saya rasa dia masih punya akal untuk mengerti:

"andai nyawa bisa diwarisi, ingin aku kumpulkan dan aku donasikan. Andai nyawa sebuah benda yang mempunyai harga, ingin kukerahkan tabungan untuk membeli sebanyak banyaknya, kemudian kubagikan secara cuma cuma ke rumah - rumah sakit yg ada, tempat dimana banyak orang terkulai lemah tak berdaya yang memakai selang sebagai gelang penghias tubuh mereka yang lemah, yang ga bisa berbuat apa apa, bahkan untuk gerak saja, susah. hmmm.. iya, banyaknya nyawa tersebut akan kubagikan ke mereka yang membutuhkan, yang berjuang mati matian untuk tetap hidup demi menghidupi kehidupan orang lain yang menjadi tanggungannya. tidakkah sayang, tidakkah berharga sebuah nyawa? setidaknya bagi mereka, bila tidak bagimu."

Dari kejauhan, dia diam,hanya terdengar sebuah benda tajam terhempas ke lantai berkeramik marmer ditempat ia berada. entah apa yang dilakukan selanjutnya, yg jelas hanya terdengar satu patah kata:

"ri, I thank you"

and I was like,

"very welcome, you..." :,,
Read More

belajar.



Hidup ga lepas dari belajar. iyak, benar.

137359857355240536_j7siwajc_c_large

Semasa kecil.
kita belajar bagaimana cara berjalan, duduk, bicara, makan, dan membedakan mana yang boleh, mana yang jangan. sederhana yang kita pelajari bukan? tapi siapa yang sangka, pelajaran sekecil itu berguna, dan saya rasa kita harus ingat kembali bagaimana prosesnya, iyah.. caranya.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali bagaimana cara berjalan, ketika hidup ini diperhadapkan oleh banyaknya cobaan, serta tantangan. kita harus ingat kembali bagaimana caranya agar tetap berjalan seimbang, dan tidak tergoyahkan. ingat kembali bahwa jatuh itu hal biasa, dan nantinya kita akan bisa, jika dari kejatuhan kita memilih untuk tetap berdiri dan berani coba lagi.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali bagaimana cara duduk, ketika hidup ini terlihat menyesak dan membekuk. duduk didekat kaki Tuhan, menjadikan lututnya sebagai sandaran, dikala kita lelah berjalan, sambil sesekali membasuh kakinya yang terkena debu, disini sebut saja kita sebagai pelayannya, iya...begitu. menyeimbangkan kehidupan duniawi dgn rohani. secara kita hidup bukan dari daging saja.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali bagaimana cara bicara, kapan kita harus menyuarakan apa yang kita rasakan dan kapan kita harus diam, bungkam. kita harus ingat kembali, mana hal yang harus kita tanggapi dan kita cueki. kita harus ingat, bahwa apa yang kita ucapkan bisa saja menyakitkan.

Beranjak dewasa,
Kita harus ingat kembali mana yang boleh kita lakukan, mana yang jangan, dan  yg harus kita jauhkan. disini mencakup kehidupan secara keseluruhan. Entah itu tawaran tawaran duniawi yang menyilaukan dan menggiurkan, pergaulan pergaulan yang makin lama makin kesini, makin jadi. kita harus ingat kembali bagaimana membedakan segala hal dimana kita diperhadapkan dengan banyaknya pilihan. ga semua hal patut di IYA-kan.

Hidup itu belajar, iyak. benar.
tapi jangan keasikan belajar terus terusan, praktekan dan tunjukan apa hasil dari pembelajaran.

juga, ga usah sok belajar dari kesalahan orang lain, toh ujian yang diberikan masing masing pribadi, beda beda. jangan nyontek, ah! :)
Read More

Sunday, June 17, 2012

Males!

598673_203618649760778_29054297_n_large 



Saya masuk dalam chapter hidup yang berjudul males. Iyak! males gerak, males jalan, males ngomong, males melakukan kegiatan sehari hari. Saya baru tau apa itu mati segan hidup tak mau. mungkin skg saya sedang mengalami apa arti dari peribahasa itu.

Saya males berbuat baik ke siapa aja,
kalau menjadi baik di akhir jaman menjadi celah buat orang memanfaatkan juga menyalah artikan.
Saya males menebar senyum tanda ramah,
kalau tersenyum menjadikan seseorang terlihat murah dan tebar pesona.
Saya males menyapa dan membalas banyaknya message ataupun mention di handphone ini.
kalau dengan membalas pesan  atau mentionan dikira memberi pengharapan yang berlebihan.
Saya males melakukan segala galanya.

Sampai saya lupa, seharusnya ada satu males yang berguna.
ialah, males buka telinga akan omongan mereka mereka mereka.
oh..iya juga yah.. :))
Read More

Friday, June 15, 2012

Kelemahanku.

Tumblr_m4x6bdmw441qgsx0fo1_500_large

mau tau kelemahanku?
kelemahanku ialah titik dimana aku susah payah bertoleransi dengan hati yang berkata iya,
dan otak yang bilang ah masa!

mau tau kelemahanku?
kelemahanku ialah titik dimana aku mengambil keputusan untuk memberikan apa yang aku punya,
sebut saja cinta, kepada kamu yang ternyata ga sanggup menerima.

kelemahan ku yang lainnya, ialah...
ketika kamu yakinin aku kalo kamu sayang dan sungguh,
setelah beberapa hari kemudian kamu pergi, ngejauh.

hmm.. masih mau tau lagi kelemahanku?
kelemahanku ialah titik dimana kamu bisa baik baik aja,
sedangkan aku disini nahan sakit yang parah.

terakhir. kelemahanku ialah segala yang berhubungan dengan kamu, perilaku!
Read More

From Facebook to Twitter!

1455580-10-1332429734744_large



Hari ini gue memutuskan untuk membuka facebook, dan semakin kemari, semakin terlihat perubahannya. Jangan tanya lebih baik, lebih buruk iya. gue merasa asing dan merasa risih akan penyalahgunaan facebook nowadays. gue merasa salah naik angkot! salah jurusan! semacam gue nyasar di tenabang atau roxy. Dan, yah! ketika kita udah ngerasa risih sama sesuatu hal, buat apalagi sih kita pertahankan, walaupun gue udah menggunakan facebook sejak lama. ada banyak hal kenapa gue mulai merasa risih, seperti yang gue bilang tadi, gue berasa nyasar ke tenabang or roxy, gue mulai melihat banyak barang barang elektronik bertebaran di home juga wall facebook gue. gue semakin resah, gue tinggal nunggu aja update-an status "Boleeeeeh kakaaaa..." bila saat itu tiba, yasudah, matilah!

Gue memutuskan untuk  beranjak pergi perlahan, susah, tapi didukung oleh niat gue yang kuat, dengan tidak memanjakan rasa sayang gue yang setengah matinya terhadap facebook, gue pun berhasil move on, iya move on. pindah. karena hidup hanyalah mengenai bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dari perubahan yang satu ke perubahan yang lainnya. Gue pindah dan mau belajar untuk membuka hati ke jejaring social baru, dimana gue ga tau itu akan jauh lebih baik atau ngga. namanya twitter. entah gimana cara gue bisa kenal sama twitter ini. Dulu, dulu sekali gue pernah liat dia, masih biasa aja, bahkan ga ada menarik menariknya. gue pikir layaknya jejaring social media lainnya, gitulag! ternyata, eh, ternyata..

Gue memberanikan diri untuk membuat account twitter dengan nama yang sederhana @MsTjiang. dan ga kebayang kalo alay alay facebook pada ikutan pindah ke twitter dan membuat nama account yang panjangnya naujubila. Dan, bila saat itu tiba, yasudah, matilah!

Awalnya gue ga ngerti rules rules yang ada di twitter, gimana caranya. gue buta. tapi itulah, semakin intens kita bertemu, kita semakin tau ini dan itu. semakin mengerti, ya, bgitu. Twitter pun membuat gue lupa akan facebook. kini facebook hanya gue liat sesekali, hanya sekedar mengupload dan menyimpan foto foto. selebihnya, tak pernah gue ingin tau akan kehidupan di dunia facebook lagi.

Twitter mengajarkan gue untuk follow lah orang yang mau lu follow. jangan follow orang yang ga mau lu follow, dan jangan minta folbek orang yang lu follow. karena sesungguhnya follow dan get follow back ialah harapan. #eaaak!

Skg udah basi lah, ketika lo melihat seseorang dari luaran aja. semenjak ada twitter kita diajarkan untuk melihat seseorang dari 140 karakter yang dia tweet tiap harinya! Tapi jangan salah, ingatkan kalau dunia ini panggung sandiwara. iya! sandi wara bukan sandi sandoro! itumah penyanyi, blekuk sia!

mengingat dunia ini adalah sandiwara, jadi jangan juga tertipu dari 140karakter yang di tweet itu. Karena sesungguhnya dibalik emotikon :D yang terkirim ada emotikon :'''''''''''''( yang terhapus.

*hela nafas*

skg, gue nikmatin ajalah dunia baru ini, twitter ini. dengan sgala yang ada di dalamnya, sampai nanti gerak gerik twitter mulai aneh. mungkin gue akan pindah, ke jejaring yang lainnya. atau mungkin gue bertahan, mempertahankan, karena sebuah rasa nyaman, entah bagaimanapun wujud twitter di akhir jaman.

:")
Read More

Thursday, June 14, 2012

.




































































apa yang kamu dapat liat?
ga ada, kan?
begitulah ketika kamu tidak bisa menjaga, dan salah dalam menanggapi berkat yang Tuhan beri.
Read More

Wednesday, June 13, 2012

Monolog

Tumblr_m4a4fpcntr1rn9n8io1_500_large



"Kamu tuh non, kalo dibilangin jangan ngeyel, kalo udah pake hati, jadi rewel, tuhkan." katanya serasa menoyor kepalaku, aku tidak marah, tak juga terganggu, malah aku suka caranya, begitu.

"Lah, terus. Gimana? Skg udah kejadian." Kataku pelan, semacam tak bersemangat, karena aku tau, aku sudah terlalu jauh melangkah, dan salah.

"Kadang, perbedaan ada untuk menyatukan. Tapi makin kesinian perbedaan malah menjadi alasan sebuah perpisahan" ia berkata, sambil mengarahkan pandangannya yg tertuju kepadaku, saat itu.

"Iyah.. Terus gimana?" Kataku semakin lemah.

"Terus gimana, gimana apanya? Yah seperti biasa! Berpura pura ceria, seolah ga ada apa apa! Masih bisa kan melakoninya?" Kali ini ia seperti terlihat ingin membentangkan kedua tangannya, dan membawaku masuk dlm pelukan.

Namun, apa daya. Berdialog di depan kaca, susah.
Read More

Aborsi

543021_10150727893196870_1491141608_n_large




Saya harus mengaborsi perasaan untuk menyelamatkan persahabatan, dan percayalah itu menyakitkan.

Harus ada rasa yg direlakan, yg diluluhlantahkan, padahal sulit untuk mendapatkan. Setelah sekian lama, hati beku, karena luka di masa lalu.

Saya harus mengaborsi perasaan untuk menyelamatkan keadaan.

Dimana, kalau cabang bayi yg bernama cinta ini yg tumbuh, tanpa disengaja, namun jelas memang krn suka sama suka dibiarkan lahir akan terjadi hal hal yg membahayakan keduanya, entah dia ataupun saya.

Aborsi perasaan? Dosakah?
Dilahirkan? Dibiarkan? Atau memang harus dimatikan?
Read More

Tuesday, June 12, 2012

Sneakers Vs. High Heels



Ia si gadis berhak tinggi, bak putri raja, semua muanya ada, namun ada satu yang tidak ia punya cinta.
Ia si pria besepatu kets, pria biasa, sederhana, ia punya cinta, yang entah mau dibagikan ke siapa.


Suatu hari di pegelaran seni, si gadis berhak tinggi tak sengaja mampir untuk sekedar melipir, mengusir penat. Ia berjumpa dengan si pria bersepatu kets dengan langkahnya yang berat. tak sengaja mata mereka bertatap, tangan tak berjabat, namun ada yang lekat. entah, mungkin mereka terpikat. Si gadis berhak tinggi,  berparas cantik, berdandan apik. Si pria bersepatu kets dengan tampangnya yang humoris, bergaya seadanya, bertutur kata apa adanya, suka suka.

Si gadis pun Si pria mungkin tak menyangka, ternyata mereka bertemu kembali di kemudian hari. entah bagaimana caranya, waktu selalu punya cara, yang tak terpikir oleh manusia. Mereka bertemu kembali di satu sesi. dan entah bagaimana caranya mereka berinteraksi. semua terjadi begitu saja. mereka berkenalan, dan segalanya berjalan, diluar perencanaan.

Disini, sang waktu mengambil alih, ya, begitulah. ada rasa yang timbul karena terbiasa, si gadis berhak tinggi pun tak menyangka. namun siapalah si pria bersepatu kets, ia merasa dirinya berbeda, tak setara. padahal, kalau mau tau si gadis berhak tinggi tak pernah mempermasalahkan tentang kesenjangan sosial, pun perihal perihal lainnya, atau apalah itu yang menjadi alasan si pria berspatu kets yg hingga akhirnya ia memilih menjauh, perlahan tapi pasti, pria besepatu kets pun pergi, melupakan segala rasa yang pernah ada antar keduanya. tanpa memikirkan terlebih dahulu apa yang si gadis berhak tinggi rasakan selama ini.

berakhirlah cerita antar keduanya,
kalau disimpulkan dalam satu kata, cerita mereka terangkum dalam satu kata : BEDA.
Read More
© 2012 Eyeglasses by Ms Tjiang. Powered by Blogger.

© e y e g l a s s e s !, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena